Kamis, 03 Desember 2020

Jangan Lakukan Serangan Mental Pada Anak

 

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Mereka ingin diperlakukan sewajarnya, tidak menerima kekerasan  fisik maupun mental. Terkadang tanpa disadari sebagai orang tua, kita melakukan tindakan yang bisa saja melukai perasaaan anak.  Bagi anak yang memiliki mental yang baik, dapat mengkoreksi tindakan dan perlakuan yang diterimanya.  Namun terhadap anak yang masih sangat butuh belajar apalagi anak yang masih pikiran labil tentunya belum bisa menerima keadaan atau tindakan yang diberikan dari orang-orang disekelilingnya dan dampaknya sangat mempengruhi perkembang jiwa anak dan sudah dipastikan berdampak buruk terhadap kejiwaannya.

Perkataan buruk dan pelecehan harga diri seperti mernbandingan anak yang satu dengan yang lain sebenarnya sangat tidak diingin oleh anak. Anak merasa tidak berguna dan tidak dihargai oleh orang-orang sekelilingnya apalagi yang melakukan oleh orang tua. Jiwa anak akan merontak, benci, marah dengan keadaan, namun orang tua tak peduli bahkan tak mengetahui serta tak mengenali tanda-tanda tersebut kepada anak mereka, yang akhirnya anak menjaga jarak dan memilih tetap diam dalam keputusasaan. Inilah yang membuat orang tua menambah marah dengan kelakuan anak yang berubah dan menjengkelkan. Bukannya mengharapkan anaknya sadar namun menambah masalah. Anak akan serba salah di mata orang tua padahal sebenarnya mereka ingin dimengerti, apalagi anak diusia remaja yang saatnya mencari jati diri. Anak remaja terkadang lari dari masalah dengan berdiam diri dalam kamar, meninggal rumah untuk mengasingkan diri keteman terdekat atau mengkomsumsi obat terlarang bilamana berada di tempat pergaulan salah.

Sebagai orang tua perlu menyadari segala bentuk tindakan yang dilakukan kepada anak perlu dipikirkan dan mengutamakan perasaan anak atau kejiwaan mereka. Ucapan yang positif  dengan ujaran yang baik,  membangkit semangat serta memujinya untuk menambah kepercayaan diri anak. Mulailah dengan hal-hal yang kecil walaupun hanya sebuah senyuman atau ucapan yang memberikan pujian dari apa yang dilakukan. Mengarahkan dan mencontohkan dengan perilaku yang bertutur kata yang baik wajib dilakukan agar anak dapat belajar dari lingkungan sosial keluarga sehingga kelak tanpa disadarinya secara refleks dapat mengaplikasikan perbuatan dimasyarakat dan kelak akan membangun keluarga baru dengan jiwa mental yang sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar