Setiap anak memiliki karakter yang
berbeda-beda. Mereka ingin diperlakukan sewajarnya, tidak menerima kekerasan fisik maupun mental. Terkadang tanpa disadari
sebagai orang tua, kita melakukan tindakan yang bisa saja melukai perasaaan
anak. Bagi anak yang memiliki mental
yang baik, dapat mengkoreksi tindakan dan perlakuan yang diterimanya. Namun terhadap anak yang masih sangat butuh
belajar apalagi anak yang masih pikiran labil tentunya belum bisa menerima keadaan
atau tindakan yang diberikan dari orang-orang disekelilingnya dan dampaknya
sangat mempengruhi perkembang jiwa anak dan sudah dipastikan berdampak buruk
terhadap kejiwaannya.
Perkataan buruk dan pelecehan harga
diri seperti mernbandingan anak yang satu dengan yang lain sebenarnya sangat
tidak diingin oleh anak. Anak merasa tidak berguna dan tidak dihargai oleh
orang-orang sekelilingnya apalagi yang melakukan oleh orang tua. Jiwa anak akan
merontak, benci, marah dengan keadaan, namun orang tua tak peduli bahkan tak
mengetahui serta tak mengenali tanda-tanda tersebut kepada anak mereka, yang akhirnya
anak menjaga jarak dan memilih tetap diam dalam keputusasaan. Inilah yang membuat
orang tua menambah marah dengan kelakuan anak yang berubah dan menjengkelkan. Bukannya
mengharapkan anaknya sadar namun menambah masalah. Anak akan serba salah di mata
orang tua padahal sebenarnya mereka ingin dimengerti, apalagi anak diusia
remaja yang saatnya mencari jati diri. Anak remaja terkadang lari dari masalah
dengan berdiam diri dalam kamar, meninggal rumah untuk mengasingkan diri
keteman terdekat atau mengkomsumsi obat terlarang bilamana berada di tempat
pergaulan salah.
Sebagai orang tua perlu menyadari
segala bentuk tindakan yang dilakukan kepada anak perlu dipikirkan dan
mengutamakan perasaan anak atau kejiwaan mereka. Ucapan yang positif dengan ujaran yang baik, membangkit semangat serta memujinya untuk
menambah kepercayaan diri anak. Mulailah dengan hal-hal yang kecil walaupun
hanya sebuah senyuman atau ucapan yang memberikan pujian dari apa yang
dilakukan. Mengarahkan dan mencontohkan dengan perilaku yang bertutur kata yang
baik wajib dilakukan agar anak dapat belajar dari lingkungan sosial keluarga
sehingga kelak tanpa disadarinya secara refleks dapat mengaplikasikan perbuatan
dimasyarakat dan kelak akan membangun keluarga baru dengan jiwa mental yang
sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar